29-Years-Old Bachelor Chapter 3 : Saat Aku Sedang Berlatih, Seorang Gadis Mengaku Padaku


 

 
 

Saat Aku Sedang Berlatih, Seorang Gadis Mengaku Padaku
————————————————————-
—————————–
Penerjemah: Setyan
Editor: Void-Sama
—————————–
 
 
 
 
Setelah membeli 1 set leather armor dan quarterstaff. Aku kembali
ke kota.
 
Selanjutnya, penginapan.
 
Pertama mari lihat map di menu, dan pastikan lokasinya.
Penginapan yang di sarankan kepadaku ngak jauh,
jadi aku mulai berjalan di jalanan yang terbuat dari batu.
Disini tidak banyak orang yang memiliki telinga runcing seperti
Luise. Dan kucing bisa ditamukan
dimana – mana.
Sepertinya beastman disini memiliki telinga dan ekor binatang,
tapi jumlahnya ngak terlalu banyak.
Mereka minoritas, huh?
 
Suasana kota ini mirip sekali dengan Eropa pada abad pertengahan. Maka
dari itu bangunan yang terbuat dari batu terlihat lumrah.
Hanya ada beberapa bangunan yang terbuat dari kayu seperti
Adventurer Guild.
 
Bukankah kalau banyak bangunan yang terbuat dari batu, berarti disini jarang
sekali terjadi gempa bumi? Karena jika memang ada gempa bumi, maka itu akan
menjadi bencana besar.
Berapa luas sih kota ini? Dilihat dari peta, sepertinya cukup luas. Akan memakan waktu beberapa hari hanya untuk
menjelajahi kota.
 
 
 
“Wow…” (Taichi)
 
 
 
Aku secara tidak sengaja menaikkan suaraku saat sampai di Central
Plaza.
 
Ada banya orang di sini,
rasanya seperti Tokyo, dan disini juga banyak kereta kuda yang
hilir – mudik.
 
Aku lebih banyak mendengar suara hiruk pikuk dari pada orang yang saling
berbicara.
 
Yah, aku tidak bisa menyatu dengan kerumunan orang – orang itu,
aku tidak ingin terkena musibah seperti tertabrak kereta kuda.
 
 
 
Jadi aku memutuskan untuk berjalan – jalan di pinggiran plaza.  
 
Crossroad dibagi menjadi 4
distrik, utara, selatan, timur dan barat. Dengan Central Plaza berada di
tengahnya.
 
Ngomong
– ngomong aku datang dari distrik
timur.
 
Distrik timur merupakan pusat
bisnis, di dalamnya terdapat
Adventurer guild, merchant guild dan berbagai macam toko lainnya.
 
Distrik Utara adalah
kediaman untuk bangsawan atau
sudagar kaya. 
 
Dan kebalikannya, di selatan merupakan tempat untuk orang biasa
yang bisa disebut juga sebagai “distrik orang miskin”.
Di Distrik Barat terdapat gereja, kantor gubernur, dan barak
tentara. 
 
 
Penginapan yang disarankan kepadaku berada di Distrik Selatan
dekat Central Plaza.
 
Tidak banyak waktu yang
dibuthkan menemukannya.
Penginapan itu memiliki sebuah tanda dengan gambar yang merupakan
sebuah tempat tidur yang diwarnai merah gelap dan bernama “Kasur Emas yang
Terbakar”.
(Note: Psst apa ini 灼熱の金床亭: Shakunetsu no kinshō-tei? singkatnya “Burning Golden Bed.)
 
Tidak salah lagi. Inilah tempatnya.
Ketika aku masuk,
aku bertemu orang tua pendek dengan tubuh berotot di konter penerimaan. Ruangan luas di belakang
sepertinya adalah ruang makan untuk para tamu.
 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketika orang tua itu melihatku, dia memberiku senyum bisnis.
 
 
 
 “Selamat datang ke Burning Golden Bed, apa kau
disini untuk menginap?” (Orang tua penginapan)
“Ah,
orang tua di Adventurer Guild menyarankan tempat ini padaku, berapa biaya untuk menginap
selama satu
malam disini?”(Taichi)
“Jika
kau di rekomendasikan oleh Adventurer Guild, maka harga untuk satu malamnya termasuk sarapan
akan menjadi 2 koin perunggu besar dan 5 koin perunggu, jika kau ingin, makan siang dan makan malamnya gartis.” (Orang Tua penginapan)
 
 
 
 
Aku masih tidak yakin akan nilai mata uang di dunia ini.
Tapi jika aku bandingkan dengan harga senjata dan armor yang baru
sajaku beli, kelihatannya tidak
terlalu mahal.
 
 
 
                “Untuk sekarang, aku akan tinggal selama 10 malam.”
(Taichi)
“Maka biayanya 2 koin perak dan 5 koin
perunggu besar.” (Orang Tua penginapan)
 
 
 
Aku mulai memahaminya, 10 koin perunggu = 1 koin perunggu besar,
10 koin perunggu besar = 1 koin perak.
 
Dan dari berbelanja di toko senjata, aku mengerti bahwa 10 koin
perak = 1 koin emas.
 
Lalu disini terdaat koin besar dengan lubang di tengahnya yaitu 1
koin perak besar = 5 koin perak.
 
Mari kita coba.
 
 
 
“Apa
ini cukup?” (Taichi)
“Satu koin perak besar, kan? Maka kembalimu 2 koin perak dan 5 koin
perunggu besar. Aku akan mendaftarkanmu, jadi pinjami aku kartu petualang
milikmu.” (Orang tua Penginapan)
 
 
 
Dugaanku ternyata tepat.
Seetelah ini, aku hanya harus mengerti berapa nilai 1 koin
perunggu. Lalu, aku akan mengerti tentang ekonomi di dunia ini
Dan dompetku hampir kosong. Selanjutnya adalah bagaimana
mengumpulkan informasi untuk mengumpulkan uang.
 
 
Juga tentang konduktor tadi. Jika aku tidak belajar logika dasar sihir dunia ini, aku mungkin akan mendapatkan
masalah nanti.
 
 
 
 
“Hoiii—Pinea!
Kemari dan tunjukkan kamar tamu ini!”(Orang tua penginapan)
 
 
 
 
Setelah dia selesai menulis informasi dari kartu petualangku,
orang tua itu memanggil seseorang dari ruang makan.
 
Suaranya
begitu kencang…
jika aku menilai tinggi dan kekuatannya, dia mungkin bukanlah manusia, tetapi
seorang Dwarf atau lainnya.
 
 
 
“Ya~!”(Pinea)
 
 
Seorang gadis muda dengan celemek imut berlari keluar dari ruang
makan, sambil mebalas
dengan semangatnya.
 
Begitu kecil, mungkinkah dia berumur 10 tahunan? Tingginya bahkan
tidak mencapai pinggangku. 
 
 
 
“Tuan
pengunjung, aku akan menunjukkan ruanganmu. Tolong ikuti aku.” (Pinea) 
 
 
 
 
Gadis muda itu –Pinea- mamanduku ke lantai dua.
Anak tangganya begitu pendek, mereka pasti membuatnya agar sesuai
dengan pemilik penginapan. 
 
Kamar yang akan kutempati memiliki sebuah jendela yang menghadap
jalanan.
 
Cahaya di kamar sekarang tidaklah terlalu terang, mungkin di sore
hari, cahaya matahari akan menyinari kamar ini. Kasurnya juga terlihat bersih,
aku dapat beristirahat tanpa masalah/.
Besar ruang ini kira – kira 5   tikar tatami (8,2
meter2)? Tapi karena ruangan ini memiliki sebuah kasur, jadi tidak
terlihat terlalu lebar. Walaupun meja di samping jendela yang menhadap ke
jalanan terlihat biasa saja, aku tetap mendapatkan satu. Mungkin itu untuk
menulis dan kerja lainnya?
 
 
 
“Ini
kamar yang bagus, kasurnya juga bersih.”(Taichi)
“Kau juga
dapat berharap banyak dengan makanan
di sini. Masakan seorang Dwarf cocok untuk para petualang.” (Pinea) 
 
 
 
 
Pinea terseyum dengan ceria.
 
Itu adalah senyum yang dapat membuatmu merasa tenang.
Dengan senyuman itu, aku harus memberi balasan yang baik.
 
 
 
 
“Aku
ingin mendapatkan makan siang sekarang, apa boleh?” (Taichi)
“Tentu
saja, dan kami akan menambahkan porsi
ekstra
juga.” (Pinea)
 
 
 
Aku menerima kunci kamar darinya dan menaruhnya ke inventoryku
bersama degan quarterstaff, lalu turun ke bawah.
Di dalam ruang makan aku melihat banyak orang yang terlihat
seperti petualang, apa mereka
juga menginap disini?
 
Ketika aku melihat perlengkapan mereka, mereka jelas terlihat
mirip orang yang sudah berpengalaman. Sedangkan diriku, terlihat seperti pemula
yang baru saja menggunakan armor barunya.
 
 
 
“Ini dia
makan siang hari ini, hanya 3 koin perunggu.” (Pinea) 
 
 
 
Ketika Pinea meletakan nampan makanan di meja, aku memberinya 3
koin perunggu dan mulai memakan makanan pertamaku di dunia ini.
 
Di dalamnya terdapat sayuran yang seperti kubis, sejenis daging
onseng, sayur sop dan roti hitam.
 
Daging onseng itu berasa seperti miso, terasa kuat tetapi lezat. 
 
Sayuran yang seperti kubis itu telah dimasak dengan benar, dan juga tercium
aroma bawang putih di dalamnya.
 
Berbeda dengan yang lainnya, supnya hambar dan rotinya keras, aku
harus merendam roti itu ke dalam sop sebelum bisa memakannya.
Sepertinya orang – orang juga melakukan ini.
 
Juga, sepertinya sop itu adalah “tambahannya”
 
 
 
“Baiklah.
Selanjutnya Apa yang harus ku lakukan?”
(Taichi)
 
 
Haruskah aku beristirahat, atau berkeliling kota?
 
Ketika aku sedang berpikir, aku belum pernah mencoba untuk menekan
semua tombol di menu. Ayo kembali ke kamar dan
mencobanya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dan jika masih ada waktu
yang tersisa setelahnya, aku akan berlatih menggunakan quarterstaff di Guild
petualang. Berburu beberapa babi hutan juga bukanlah ide yang buruk. 

 
 
 
“Aku
sudah kenyang, jadi aku akan kembali ke kamar.” (Taichi)
“Ya~” (Pinea)
 
 
 
Setelah aku memanggil Pinea yang sedang bekerja di dapur, aku
kembali ke kamarku.
Ketika aku membuka menu, aku menemukan bahwa aku sudah naik level.
Dari tes tadi mungkin?
 
STR, AGI, VIT naik, apakah ini akibat jurus Physical Enhancemennt?
Tapi DEX tidak naik sedikitpun.
Kenaikan POW terlihat biasa, itu sama dengan latihan fisik, HP ku
menjadi 69 dan MP menjadi 164.
Kalau di perhatikan,
mungkin mereka naik (HP dan MP) mengikuti VIT dan POW. Karena mereka naik
sebesar 13 dan 17.
Singkatanya,
kenaikkan statusku kali ini tidak memberikan
informasi apapun, dan aku juga masih tidak dapat memahami bagaimana cara
kerjanya.
 
Juga, aku mendapatkan 6 Skill Point. Aku ingin menaikkan beberapa skill ku ke
Lv.3, tapi untuk sekarang, mari
lakukan beberapa
hal yang berbeda.
 
Terlalu berhati – hati? Bukan, lebih baik begitu. Aku tidak ingin mengambil
resiko, efisiensi adalah yang jawaban terbaik selagi
aku tidak ingin mati.
 
Aku menaikkan skill Polearm menjadi Lv.2 untuk menangani
quarterstaff. Aku membagikan 3 point lainnya ke Magic Power, Magic Recovery dan
Non-Elemental Magic Lv.1.
 
Hanya dengan menaikkan satu level Magic Power menyebabkan MP
milikku naik dengan tajam dari 164 ke 246, Mpku naik sebanyak 1,5 kali sama seperti skill
Physical Enhancement.
 
Aku berpikir POW juga akan naik, ternyata hanya MP.
 
Aku mencoba untuk menghitung jumlah pemulihan MP ku, sebelumnya
aku membutuhkan satu hari penuh untuk mengisi MP ku yang hilang.
Itu juga bertambah menjadi 1,5 kali.
Saat ini, bertambah 1
MP setiap 4 menit… Aku tetap tidak bisa menembakkan magic seperti Gattling Gun.
Aku harus berpikir sebuah solusi.
 
Non-Elemental Magic sudah Lv.1, aku akan mencoba sihir yang namanya “Magic Arrow”. Aku mencoba
menembaknya satu kali ke udara.
 
Sepertinya hanya tembakan Magic Arrow biasa. Tapi karena itu, itu bisa digunakan
untuk segala sasaran.
 
Setelah aku selesai mencari tahu dan menaikkan level skill, aku
mencoba menekan sebuah tombol di menu.
Saat aku menekannya, aku mendapatkan sebuah pilihan untuk
meninggalkan beberapa widget menyala.
 
Jadi, aku menyetel HP, MP, Kompas dan minimap menyala.
 
Mari periksa kembali inventory ku.
Pertama perlengakapan bertualang.
 
Yaitu tas yang dipenuhu berbagai alat – alat untuk berpetualang,
seperti selimut, obor, korek, pisau dan tali sepanjang 10 meter.
Selanjutnya uangku yang tersisa, 1 koin perak besar, 6 koin perak,
18 koin perunggu besar dan 17 koin perunggu.
 
Dan disini terdapat 1 kulit Boar kecil, 1 daging Boar kecil, 2
mayat Boar kecil dan sebuah mayat Big Hornet.
 
Dan yang lainnya adalah buah kering, daging kering, 3 kantung roti
garing dan sebuah kantung kulit untuk menyimpan air.
 
Aku tidak tahu seberapa banyak barang yang bisa aku simpan karena
disini tidak terlihat batas berat yang tertulis. Kelihatannya itu (Inventory)
dapat mengabaikan ukuran dan berat dari benda yang tersimpan.
 
Juga, jika aku menumpuk barang bersamaan dalam satu paket maka itu
akan dihitung sebagai 1 benda, sama seperti perlengkapan bertualang.
 
Mayat 2 Boar kecil juga ada di dalam 1 slot, sangat memudahkan.
Aku juga mengingat bahwa kereta barang di kota tetap diperlukan
untuk menaruh barang yang sama di satu sama lainnya.
 
Yang
berarti kemampuan ini tidaklah biasa.
 
Tapi aku tetap harus memeriksanya dan memastikan apakah orang – orang bisa menerimanya atau tidak.
 
Aku akan mencoba untuk mengeluarkan beberapa barang dari
inventory-ku di dalam beberapa toko.
 
 
———————————
 
 
 
Setelah itu, aku melanjutkan untuk memeriksa beberapa tombol di menu sampai jam 3 sore.
 
Apa yang kupelajari adalah, jika aku menaruh sebuah barang di
dalam slot peralatan, dan hanya berpikir tentang barang itu, maka barang itu
tiba – tiba akan tertaruh di tanganku.
 
Satu – satunya tombol yang belum aku sentuh adalah “God Call”
(memanggil dewa).
 
Untuk saat ini Mari kita abaikan saja dan berbaring di atas kasur,
tapi mari memeriksa beberapa Quest pada Guild Petualang, untuk melihat seperti
apa mereka.
 
Mayat, kulit, daging, aku ingin menjual mereka semua jika
memungkinkan.
 
Yah… Apakah aku harus menaburi garam untuk mengeringkan daging?
 
Ngomong – ngomong, jika aku membiarkannya seperti ini, apakah itu
akan membusuk?
 
Yep, masih banyak yang harus
di pelajari.
 
Dengan suara yang keras aku memberi tahu orang tua di penginapan dan Pinea (yang sedang menyiapkan
makan malam), bahwa aku akan pergi ke Guild petualang dan pergi.
 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aku memiliki 37 MP yang tersisa. Jumlahnya sama seperti saat aku
pertama kali datang ke dalam Guild.
 
 
 
———————————-
 
 
 
 “Ohh, kau nampak lebih seperti petualang
sekarang.” (Orang tua Guild)
 
Ketika aku masuk, orang tua yang sama di konter informasi
memanggil diriku jadi aku melambai balik ke arahnya untuk sedikit formalitas,
dan melihat – lihat Quest yang tertempel di sebuah papan.
Disini juga terdapat Quest yang aman seperti melakukan pekerjaan
di dalam kota layaknya ngeronda keliling kota.
Aku baru menyadari…
aku dapat membaca tulisan di dunia
ini,
terserah.
Selanjutnya adalah Quest untuk mengalahkan monster atau binatang
yang berbahaya di sekitar sini, kesulitannya pun bervariasi, tapi Quest itu
sudah terdapat batasan di dalamnya.
 
Seperti yang aku pikirkan, quest yang berbahaya adalah hal yang membuatmu
pergi ke suatu tempat yang belum berada di peta.
 
Atau mengalahkan mosnter.
Ketika aku melihat sekitar untuk quest yang telah diselesaikan,
aku melihat Quest berburu Boar kecil.
 
Sepertinya itu akan dijadikan sumber makanan
 
Itu membutuhkan 1 tubuh utuh.
 
Aku mengambil kertas Quest itu dari papan dan menunjukkannya ke
orang tua di conter informasi.
 
 
 
“Orang
tua, tolong Quest yang ini.” (Taichi)
“Aku
Ulz, coba aku lihat? Berburu beberapa Boar kecil hah? Jika kau berhati – hati
seharusnya itu akan baik – baik saja.” (Ulz)
“Sebenarnya
itu, aku sudah menyelesaikannya.”(Taichi)
 
 
 
 
Lalu aku mengambil mayat Boar kecil dari inventory milikku dan
menempatkannya di atas konter. 
 
 
 
“WHOA!!
Hey, itu akan mengotori konter! Taruh itu di konter khusus disana!” (Ulz)
“Maaf.”(Taichi)
 
 
 
Aku meminta maaf dan menaruh kembali mayat itu ke inventoryku.
Orang tua itu pergi dari konter dan aku mengikutinya.
Ketika kami sampai ke konter khusus untuk menerima benda – benda
dari quest, aku mengambil mayat Boar kecil lagi.
Itu masih hangat karena aku menyimpannya sehabis membunuhnya?
Itu berarti aliran waktu berhenti saat berada di dalam inventory.
 
 
“Kau
memiliki peti harta juga? Itu benda langka.” (Ulz)
“Peti
harta?” (Taichi)
 
 
 
Ketika aku bertanya balik, orang tua Ulz merasa terkejut.
 
 
 
“Jika
kau tidak memiliki itu, bagaimana kau mengambil keluar mayat itu? Bukankah itu
Treasure Box?” (Ulz)
“Y-yah,
ini dikenal sebagai Treasure Box hah? Aku belajar sihir dari kakekku di kampung halaman,
dan dia memanggil ini inventory.” (Taichi)
“Hoh…
baiklah, aku tidak tahu banyak tentang magic lagipula.” (Ulz) 
 
 
 
Orang tua Ulz tidak berpikir terlalu banyak tentang itu dan hanya
melanjutkan memeriksa mayat Boar itu.
Ketika dia selesai memeriksa itu, dia memanggil pekerja guild lain
untuk mengambil mayat Boar kecil terbut.
 
 
 
“Un,
tidak masalah, quest telah diselesaikan.” (Ulz)
 
 
 
Orang tua Ulz mengecap stampel di atas kertas Quesst dan memberiku
hadiah, 5 koin perunggu besar.
Ho, harganya terbilang bagus.
 
 
 
“Aku
masih memiliki 1 mayat Boar kecil dengan 1 kulit binatang, juga 1 mayat Giant
Hornet. Apakah kau akan membelinya juga?”
(Taichi)
“Ah,
biarkan ku periksa dulu.
Jika dalam kondisi bagus, aku juga akan membelinya dengan 5 koin perunggu
besar.” (Ulz)
“Aku
akan menyerahkannya padamu.” (Taichi)
 
 
 
Aku berpikir bagaimana cara untuk menjual itu semua, dan sekarang
aku mendapatkan 5 koin perunggu besar hanya dengan mengirimkannya, hari ini aku
mendapatkan uang dengan total 1 koin perak.
 
Itu membuatku berpikir, menjadi seorang petualang tidaklah terlalu
buruk dalam mencari uang.
 
 
“Hanya
untuk hari pertamamu, kau sudah melakukan banyak hal. Aku punya harapan besar
untukmu.” (Ulz)
 
 
 
Orang tua Ulz itu membuat senyum lebar dan memukul bahuku dan
akhirnya kembali ke konter infomasi.
 
Wajah tersenyumnya membuatku merasa tidak enak…
Dia akan melakukan hal yang tidak jelas dan menyusahkan pastinya.
Mari buang hal yang menyusahkan kesamping dan pergi berlatih.
 
 
 
+++++++++
 
 
 
 
Menusuk, mencongkel, memukul kebawah, menyapu sembari melakukan
tendangan berputar kebelakang, meloncat dan menyambungkan, mengisi jarak dengan
sihir… Hmm, itu lebih mudah digunakan berbeda
dengan yang aku pikirkan.
Skill Polearm bisa juga digunakan dengan tombak dan senjata
panjang, bukankah ini lebih baik dari pada skill berpedang?
Masalahnya adalah, itu susah digunakan di tempat yang sempit.
 
 
 
“Fuu” (Taichi)
 
 
Ketika aku sudah memastikan semua gerakanku, aku duduk di kursi di
pojokan tempat latihan.
 
Aku seharusnya membawa handuk.
Benar juga, setelah aku ingat – ingat, aku juga belum memiliki
baju ganti.
 
Mari beli beberapa.
 
 
“Umm…
Apakah aku bisa meminta waktumu sebentar?”
 
 
Ketika aku sedang berpikir tentang apa yang kurang dengan kantung
air di tangan, seseorang memanggil diriku.
Ketika aku melihatnya dia adalah seorang gadis yang mengenakan leather
armor.
 
Rambut merah kecoklatan yang dikuncir ekor kuda, sepasang mata
besar yang memancarkan rasa keingintahuan, dengan bentuk wajah yang bagus, dia
adalah seorang gadis yang sangat cantik.
 
 
Karena dia memiliki wajah seperti orang Eropa aku tidak bisa
menebak berapa umurnya. Mungkin dia tidaklah lebih tua dari 20 tahunan.
 
 
 
“Jadi,
apa itu?”(Taichi)
 
 
 
Aku taruh kembali kantung air ke Inventory ku dan melihat ke
sekitar.
Disana ada dua orang yang melhat kesini dengan tatapan aneh. 
 
 
 
“Umm….Aku……” (Gadis)
 
 
 
Dia menunduk dan gemetar.
Awalnya, aku kira dia adalah seorang penipu, tapi sepertinya bukan.
 
 
 
“Ah… Lanjutkan.” (Taichi)
 
 
 
Ketika aku berkata begitu, dia mendengakkan kepalanya.
 
 
 
“TOLONG
BERKENCANLAH DENGANKU!” (Gadis)
 
 
Tempat latihan seketika menjadi tenang.
Dan banyak tatapan menusuk dari sana dan sini.
Bagaimana bisa menjadi seperti ini.
 
 
 
 
Populasi di Crossroad berjumlah sekitar 10.000 orang.
Disini terdapat 500-an petualang, dan sebagian dari mereka adalah
petualang Rank E.
 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


 

 

Halo semuanya, OTAKU-AKUT di sini! Saya harap semua orang baik-baik saja dan menikmati novelnya. Di sini, di OTAKU-AKUT, satu hal yang sudah kami perjelas sejak hari pertama adalah: Bahwa kami tidak akan pernah memaksa orang membayar untuk membaca terjemahan kami. Penerjemahan itu menyenangkan, kami menikmatinya, dan kami menyukai novel yang sedang kami kerjakan. Namun, itu juga memakan waktu dan usaha. Antara manajemen situs, pemeliharaan dan hosting di satu sisi, dan tingkat CMP rendah dan pemblokir iklan di sisi lain, pendapatan iklan kami tidak signifikan. Jika Anda memiliki pemikiran, silakan komentar di bawah ini; dan ingat: Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Terima kasih banyak!

 

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×
error: jangan copas donk!!
Copied!