Gun-ota Chapter 01


Bereinkarnasi di Dunia Berbeda

Perlahan-lahan muncul dari permukaan air, Hotta Youta telah siuman dan membuka matanya.

… Apa ini rumah sakit?

Ingatan terakhirku sangat membekas di memoriku; ditindas untuk menjadi penyendiri dan ditusuk berulang kali dengan pisau dapur sesuatu seperti itu.

Untungnya aku dibawa ke rumah sakit, aku mengira akan kehilangan nyawaku. Tapi tak peduli seberapa keras aku mencoba aku tidak dapat merasakan apa-apa.

Aku ditidurkan di atas ranjang empuk dengan seprai putih bersih dan karena beberapa alasan yang tidur di sebelahku adalah bayi.

Tidur bersama dengan bayi, agar luka cepat sembuh atau sesuatu seperti itu. Apakah ini praktek pengobatan medis terbaru di rumah sakit ini?

Demi argumentasi, katakanlah aku mengalah 100 langkah, tidak… 10.000 langkah, apakah ada pengobatan seperti ini?.

Hmm? Apakah bayi yang tidur di sebelahku memiliki telinga anjing?

Untuk permulaan, aku ragu ada produk buatan seperti ini. Telinga perak yang bergerak-gerak menarik perhatianku. Mereka kelihatan nyata di depan mataku.

Mungkin mutasi yang mendeformasi tubuh manusia? Atau mungkin dari kelahiran anak? Setelah merenungkan tentang hal itu, seorang wanita datang untuk melihatku.

“-, -,
-.”

Dia tidak berbicara
bahasa Jepang, dia juga tidak berbicara dalam bahasa yang aku kenal.

Akan tetapi, tidak
hanya bahasanya, tetapi juga sosoknya.

Sepertinya wanita
ini baru berumur 20-an.. selain tinggi, wanita ini juga memiliki payudara yang terasa
besar.

Dia adalah seorang
gadis cantik dengan mata sedikit sayup. Namun berkat itu, ia memiliki ekspresi
lembut yang bisa membuat semua orang menatapnya tenang.

Di atas semua itu, aku
menyadari bahwa warna rambutnya merah muda dan telinga yang menjulur diatas
kepalanya mirip dengan kelinci.

Dia tersenyum gembira
sementara telinga kelinci nya bergetar kesana kemari.

Tidak mungkin
mereka bisa menghasilkan produk seperti ini, adalah reaksi awalku.

Dia merentangkan
tangannya dan menggendongku.

Ini pasti bohong!
Sebagai orang dewasa yang normal, aku mungkin memiliki tubuh kecil. Tapi untuk
perempuan dengan mudahnya membawaku, tidak mungkin bisa semudah itu !?

Tidak hanya dia
membawa aku begitu mudah, tetapi juga mengayunkanku dan membuatku tertidur.

「Manusia bertelinga kelinci
ini pasti bukan manusia, sehingga dia mungkin tidak menganggap menggendongku
sebagai masalah besar」

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Aku juga telah
menduga itu, dan segera menemukan kebenarannya.

Ap, Apa, Heeeeey!

Bentuk wanita bertelinga
kelinci, yang telah membawaku sendirian, tercermin ringan dengan kaca jendela –
Bayi berambut hitam yang digendong wanita itu juga terpantul.

“Waaaa, waaa!”

Mulutku Bergerak,
aku mencoba untuk berbicara.

Yang sedang
tercermin tidak salah lagi, itu aku.

▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼

Untuk menenangkan
diri sendiri, berapa hari telah berlalu disini? Begitu banyak peristiwa
mencengangkan datang satu demi satu.

Tenang, tetap tenang
… Pertama-tama, izinkan aku mengkonfirmasi situasi satu per satu.

Aku terbangun
setelah ditikam oleh mantan penindas, dan aku menjadi bayi.

Aku dibaringkan
untuk tidur di tempat tidur kayu yang besar bersama-sama dengan bayi lain.

Bayi yang tertidur
dengan rambut perak sebelahku punya telinga seperti anjing sangat mirip dengan
karakter hewan yang muncul di anime dan manga.

Bahkan telinga
wanita yang sering datang untuk melihat situasi di ruangan, juga bukan manusia.
Dia memiliki telinga kelinci. Akan tetapi, manusia hewan tidak benar-benar ada.
Selain itu, tubuhnya tampak seperti orang asing. Sementara aku berpikir, bibi
yang gendut masuk dan menganti popok kami dan menyuapi kami susu.

Para bibi itu berbicara
satu sama lain tapi itu tidak dalam bahasa Inggris, Rusia, atau Cina.

“-, -.”

“-, -.”

Wanita bertelinga
kelinci telah memasuki ruangan, dan dia mulai mengobrol dengan cara yang ramah
dengan para bibi itu . Dia mengangkat bayi bertellinga anjing disebelahku.

Dia menaruh
tangannya di kepala bayi.

Tangannya memancarkan
cahaya samar.

“-! -, – “

Dia tersenyum lebar
setelah ia berbicara.

Berikutnya adalah
giliran ku.

Dia mengangkatku
dengan cara yang sama, sebelum menempatkan tangannya di kepalaku.

“- ….”

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dia menatapku
dengan penuh simpati.

Tanpa memahami
alasannya, aku malu.

“-, -.”

“-! -. “

Wanita bertelinga
kelinci dan bibi bibi ini berbicara ketika mereka meninggalkan ruangan.

Pokoknya, demi memahami
situasi dimana aku berakhir seperti ini, sangat penting untuk belajar bahasa
yang mereka gunakan.

Jadi, aku dengan rajin
mendengarkan kata-kata mereka.

▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼ ▼

Sejak mendapatkan
kembali kesadaranku, 1 tahun telah berlalu.

Aku tidak bisa menulis
atau membaca alfabet mereka, tapi aku bisa mengerti apa yang mereka bicarakan.

Karena menjadi bayi
lagi, otakku seperti spons yang lembut.

Seperti spons haus
menyerap air, aku hafal apa yang aku dengar.

Dari kata-kata
perempuan itu, aku mulai mencocokkan situasiku saat ini – lokasiku saat ini
adalah dalam sebuah panti asuhan di sebuah kota kecil bernama Hod, di wilayah
Aljio.

Jumlah penduduk
kota kurang dari 1000.

Ini benar-benar
adalah sebuah kota kecil.

wilayah Aljio, Hod
– Aku belum pernah mendengar salah satu dari tempat itu sebelumnya.

Aku pikir aku
dibawa ke luar negeri, tapi …

Tidak peduli
seberapa jauh tempat ini, orang-orang mengenakan telinga kelinci dan telinga
anjing pasti tidak ada.

Entah bagaimana, saat
kejadian di tikam itu. Tampaknya aku terbunuh, sepertinya.

Dilahirkan kembali
dalam dunia yang berbeda sementara masih memiliki ingatan kehidupanku
sebelumnya – itu kesimpulanku.

Jika tidak, aku
tidak akan mampu menjelaskan situasi saat ini.

Nama wanita bertelinga
kelinci tampaknya 「El」. Dia juga pendiri panti asuhan ini.

Para bibi itu
memanggilnya 「El-sensei」. Mereka juga menyukainya.

Dalam dunia paralel
ini, tidak terlihat ada kebiasaan untuk mengucilkan hanya karena kamu memiliki
telinga kelinci, tampaknya.

Dari percakapan para
wanita ini yang terkumpul jadi satu; sekitar 2 tahun yang lalu, segera setelah
lahir aku ditinggalkan dalam keranjang di depan panti asuhan ini.

Pada hari yang
sama, aku ditidurkan di samping bayi kumal. Sepertinya bayi itu juga
ditinggalkan.

2 tahun yang lalu,
ya … Sekarang aku berusia 2 tahun …

Pada saputangan
sutra dalam keranjang, 「Lute」 telah dibordir.

Sepertinya 「Lute」 adalah namaku.

Aku merasakan
perasaan seperti menerima semua itu.

Aku telah mengabaikan
kenalanku ketika ia sedang ditindas; Aku membuat dia sebagai kambing hitam demi
menyelamatkan diriku sendiri.

Apa yang kulakukan
juga punya bagian dalam mendorong Tanaka untuk bunuh diri.

Aku telah
dikelilingi oleh dosa itu. Untuk dibunuh oleh pelaku utama penindasan itu,
untuk dilahirkan kembali dan kemudian ditinggalkan oleh orang tuaku dan menjadi
yatim piatu.

Arti yang paling
dasar dari pembalasan.

… Untuk alasan
ini, aku bertekat.

Aku akan menjadi
kuat di dunia ini dengan kehidupan ini. Aku akan memiliki keberanian untuk
tidak lari dari masalah. Dan jika seseorang membutuhkan bantuan, aku pasti akan
membantu mereka. Aku akan mengampuni, sehingga aku, yang meninggalkan Tanaka
dan dibunuh untuk itu, dapat menebus tindakan itu semua …

Jadi aku,
sebelumnya bernama Hotta Youta – sekarang Lute, memutuskan untuk menjalani
hidupku dengan cara ini.


 

 

Halo semuanya, OTAKU-AKUT di sini! Saya harap semua orang baik-baik saja dan menikmati novelnya. Di sini, di OTAKU-AKUT, satu hal yang sudah kami perjelas sejak hari pertama adalah: Bahwa kami tidak akan pernah memaksa orang membayar untuk membaca terjemahan kami. Penerjemahan itu menyenangkan, kami menikmatinya, dan kami menyukai novel yang sedang kami kerjakan. Namun, itu juga memakan waktu dan usaha. Antara manajemen situs, pemeliharaan dan hosting di satu sisi, dan tingkat CMP rendah dan pemblokir iklan di sisi lain, pendapatan iklan kami tidak signifikan. Jika Anda memiliki pemikiran, silakan komentar di bawah ini; dan ingat: Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Terima kasih banyak!

 

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×
error: jangan copas donk!!
Copied!