I Became a Living Cheat Chapter 1


 
 

 
Translator : Void
Editor: Utsugi
Gali lubang tutup lubang.
Gali lubang disana kemudian tutup lubang disini.
Gali lubang yang baru saja
di tutup dan kemudian menutupnya lagi.
 
Itu adalah pekerjaan yang
paling tidak berguna……. Poin dari pekerjaan itu sendiri adalah pekerjaan yang
di ulang. Melakukan
pekerjaan dengan menempatkan potongan dandelion (sejenis bunga yang bisa pecah
menjadi potongan yang sangat kecil) di atas irisan sashimi mentah (ikan mentah khas
Jepang), ini adalah jenis tindakan yang bisa membuat mu menjadi gila.
Kemungkinan besar karena kekuatan destruktif tindakan monoton semacam ini
terhadap pikiran, ini digunakan sebagai hukuman penjara di negara yang jauh.
 
 
Sekarang hal seperti itu di
lakukan dengan inten oleh seorang anak laki-laki kesepian, malam itu, dia
sebuah taman kecil di sekitar taman tempat tinggalnya.
 
Kondisi social baru-baru ini
di refleksikan di jalan masuk taman, tanda di sana menunjukkan “dilarang
bermain bola” atau “di larang saling bercengkrama” ada banyak tanda lainnya
sekitar 77 dari mereka. Ini akan lebih masuk akal dan menyampaikan pesan lebih
cepat jika mereka memiliki satu tanda yang menyatakan “Ini adalah area
terlarang – Jangan masuk”, nampaknya pemikiran tentang hal-hal seperti itu
tidak ada gunanya, dan keberadaan 77 tanda itu tampaknya pemborosan uang bagi
para pembayaran pajak.
 
Natsuno Taiyo berada di
dalam taman.
Dia melakukan sesuatu yang
di larang oleh papan peringatan itu.
 
Membawa sekop musim dingin
yang besar dimaksudkan untuk menggali salju, dia berada di tengah galian pasir
menggali lubang.
 
Gali lubangnya tutup
lubangnya.
Gali luban disana kemudian tutup lubang disini.
Gali lubangnya yang baru
saja di tutup dan kemudian menutupnya lagi.
Aksi yang hanya dapat di
defenisikan sebagai tindakkan tidak berguna, sedang di lakukan dengan sepenuh
hati oleh pria ini.
Sebenarnyanya ………………….
Tidakkan ini bukan termasuk dalam larangan dari 77 aksi yang di larang di
papan peringatan.
Kecuali untuk sekarang.
Lebih banyak dia mengali,
dia merasakan sesautu yang terkumpul di dalam tubuhnya.
Kapanpun dia menutup
lubangnya, dia merasa sesuatu terkumpul di dalam pikirannya.
Taiyo terus menggali dan
menutup lubang yang
sama.
Zaku Zaku, Zaku Zaku
Zaku……..
(Sura ketika Dia mulai menggali)
 
“Hei kamu yang di sana, boleh
aku bicara dengan mu sebentar?”
 
Ketika
pikirannya hanya fokus pada kegiatan menggali, tiba-tiba Taiyo mendengar
suara yang memanggilnya, pada saat berikutnya cahaya terang menyinari wajahnya.

 

Dihadapkan dengan cahaya menyilaukan yang tiba-tiba, dia menyipitkan matanya,
mengangkat tangannya ke wajahnya dan mengalihkan pandangannya dari cahaya.

 
“Siapa itu?—- oh seorang
polisi? ”
 
Meski dia
nada suaranya terdengar jengkel, suara itu dengan
cepat digantikan dengan
suara terkejut.
 
Pria yang berdiri di
depannya memakai seragam biru tua dengan topi. Dia adalah pelayan masyarakat,
dengan kata lain dia adalah sorang polisi.
 
Andai
saja Dia seorang wanita, bias
dibilang seorang polisi wanita, Taiyo mungkin akan tertarik dan mungkin bahagia.
Bagaimanapun Dia(Taiyo)
adalah seorang pria dan minat Taiyo pada pria bisa disamakan
seperti water
flea’s snot
! Dengan cepat, suasana
hatinya menjadi muram.
(E/N : water flea’s snot sangat kecil,
bisa diartikan krustacea atau dalam kalimat ketertarikan antar lawan jenis
dapat di artikan sama sekali tidak tertarik)
 
Dia tidak senang karena cahaya lampu itu terlalu
menyilaukan di wajahnya dan pekerjaannya jadi
terganggu.
 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Ap- apa ini?”
 
“Kamu, sebenarnya apa yang
kamu lakukan di sini?”
 
“Apa yang sedang aku lakukan?…………………
ah”
 
Pada pertanyaan polisi itu, Taiyo kehilangan kata-kata.
 
Dia melihat sekelilingnya
untuk memikirkan sebuah
alasan. Dia berfikir untuk
berteriak “Kau keberatan?!” sebagai
jawaban, tapi dengan cepat menyadari posisinya di dalam dan apa yang di
bawanya, lagi pula aksinya sudah ketahuan sebelum polisi sampai, dari sudut pandang
objektif tindakkan ini sangat mencurigakan.
Karena ini, keyakinan yang dia rasakan sebelumnya
dengan cepat menghilang.
 
“Ehhhh……………………Ummmmmm…..”
 
              “Yah? “
 
              “Ini , maksudku…………………..”
 
              “Cepat dan katakan, Apa yang sedang kamu
lakukan?”
 
               “Lubang ini…………… ya aku sedang
menggali lubaang…….. hanya itu…….”
 
Sulit bagi Taiyo untuk
mengartikulasikan kata-kata dan mulutnya terasa seperti
tidak
bisa terbuka.
 
Setelah mendengar penjelasannya(Taiyo) normalnya
polisi akan merasa curiga, mengerutkan alis matanya lebih
tajam, sampai-sampai dia mungkin
bisa mengambil setumpuk kertas hanya
dengan alisnya saja.
 
Polisi menggunakan senter untuk menyinari wajah Taiyo dan juga di
lubang yang digalinya bergantian membandingkan keduanya.
 
            “Apa yang kamu gali? Atau apa
kamu mengubur sesuatu ? “
“Eh? Tidak! Tidak! Tidak! Aku
tidak mengubur sesuatu! “
 
Dengan nada menuduh Taiyo sontak merasa kebingungan.
 
Dari pertanyaan polisi ia
mulai membayangkan segala macam skenario. Seseorang di tengah hujan dengan
payung menggali lubang untuk mayat …… menggunakan api untuk membakar bukti,
adegan itu terbayang di kapalanya.
 
Dalam
arah pembicaraan ini
berlangsung, tidak diragukan lagi Dia akan dituduh, karena itu dia mulai panik.
 
            “Aku hanya menggali, Aku tunjukkan, ini seperti
ini: menggali, timbun, dan menggali dan timbun”
 
Dalam usaha untuk
membuktikan ketidakbersalahannya, Taiyo sedang mempraktekkan kejadian yang dia lakukan
sebelumnya. Namun, semakin dia mempraktekkannya, mata polisi itu bahkan terlihat
lebih meragukanya dan menatapnya seperti dia
adalah orang yang bersalah.
 
“Lapor, ini di persimpangan ketiga
di taman umum, kami telah menemukan orang yang mencurigakan. Pelakunya memakai
seragam SMA- “
 
“Tunggu sebentar! Siapa yang kamu hubungi dengan walkie talkiemu ?!
 
“Kau, siapa namamu? Kau terlihat seperti seorang
siswa tapi, apakah itu
seragam mu? “
 
“Tidak, tidak, akan
Aku jelaskan, seperti yang Aku katakan, yang Aku lakukan hanyalah menggali
dan menutup lubang, tidak ada yang
mencurigakan tentang hal itu?
 
“Setiap orang yang bersalah
mengatakan hal
yang sama pada awalnya”
 
“Tolong beri Aku satu kesempatan terakhir
untuk menjelaskan, Aku belum selesai! Kau harus percaya bahwa Aku sama sekali tidak
melakukan apa-apa”
 
“Apakah seperti
itu, kalau begitu, maukah kau
memberitahuku dimana tempat yang
sebenarnya?“
 
“Seperti yang
aku katakan, tidak ada
tubuh, aku baru saja menggali dan mengubur beberapa pasir di dalam
lubang”
 
“Baiklah, mengerti, mari kita
lanjutkan percakapan ini di kantor polisi, bukan? “
 
“Kau sama sekali tidak memahami apa yang Aku katakan bukan ?!
 
“Kau bisa meninggalkan lubang
seperti apa adanya, cukup jatuhkan sekop di tanah, letakkan tangan mu di
belakang kepala dan jangan melawan”
 
“Memperlakukanku layaknya
seorang penjahat !? “
 
“Aku akan menunggu sampai
hitungan 3”
 
“Tidak, ini adalah
kesalahpahaman -”
 
Untuk membuat penjelasan,
Taiyo menusuk sekopnya ke dalam lubang pasir.

 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pada saat itu-
 
“TEH REH REH TE TE TE- ♪ Taiyo-chan level up ]
Di hadapannya peri setinggi
sekitar 30 sentimeter
tiba-tiba muncul.
 
Dia
memiliki rambutnya pirang
panjang yang
berkilauan dan
lebih mirip seperti warna rerumputan, dia mengenakan gaun one piece
berwarna hijau. Di punggungnya terdapat
sepasang sayap yang mengepak layaknya kupu-kupu, tidak diragukan
lagi dia adalah
seorang peri.
 
Taiyo dengan penuh harap
menunggunya untuk mengungkapkan informasi yang akan dia sampaikan.
 
“Ohhh, akhirnya aku naik
level?”
 
“Ya Tuan -, Kamu sekarang Level 3! “
 
“Level 3, ini
membutuhkan waktu
yang lebih lama dari perkiraan
ku”
 
“Itu tidak sepenuhnya benar
~, Taiyo-chan mungkin merasa bahwa itu adalah jangka waktu yang panjang tapi,
sebenarnya kecepatan yang kamu capai adalah di dalam 1% dari
orang jenius, Sebaliknya,
hal itu benar-benar cepat ya! Biasanya ini kecepatan
seperti ini adalah
Cheat jika
kamu melakukan lebih dari ini kamu pasti akan di BANNED “
 
“Apakah ini benar-benar
secepat itu? Nah, lagi
pula keahlianku adalah leveling
dalam game”
 
“Ya! Seperti yang diharapkan dari Taiyo-chan. kamu bahkan pernah mendapat
julukan Deadly
Level Upper
~ “(istilah mematikan berasal
dari 必殺 yang bisa berarti “Bringing Certain Death” , “One Hit Knockout” , “One Hit Kill” , dll.)
 
“Cukup
untuk sanjungannya. Lebih penting lagi aku
mendapatkan peningkatan kemampuan ku dengan level ini benar? “
 
“Tentu saja, itu naik dengan
kuat ~ hanya saja
setelah kamu mencapai
sekitar level 90 kemampuanmu tidak akan meningkat begitu signifikan.”
 
“Diluar
dugaan ternyata
ada permainan di mana kau
tidak dapat meningkatkan Ability. Dalam hal ini, dapatkah
kamu menjelaskan hal ini untukku? “
 
“Tentu. Sebelum itu apa yang harus
kita lakukan tentang Display
Mode(layar status)? Haruskah aku secara khusus
menampilkan kemampuan yang meningkat atau juga menampilkan kemampuan yang
menurun? ~ “
 
“Ada kemampuan yang
menurun? “
 
– Dia terkejut hanya sesaat,
dan kemudian dia cepat kembali tenang.
 
“Nah, memang benar, misalnya
…. Jika Karakter Zombie muningkatkan
keberuntangan mereka maka tingkat HP mereka bisa turun, dan jika dia
meningkatkan kekuatannya, kecepatannya juga mungkin turun “
 
“Jadi
seperti itu ~”
 
Jawab Peri sangat ceria, dan Taiyo
mengangkat tangannya ke dagunya untuk memikirkan apa yang baru saja
didengarnya.
 
“Dalam kasus ini, aku ingin
kau menampilkan semua perubahan kemampuan, apakah meningkat atau menurun. kau
juga bisa menghilangkan hal-hal yang sama sekali tidak berubah. Bisakah kau
melakukannya untuk ku? “
 
“Tentu saja aku bisa. Tapi
keputusanmu itu sungguh cepat!”
 


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Permainan yang aku mainkan
kemarin juga memiliki sistem seperti ini, aku yakin ini adalah pilihan terbaik
untuk dilakukan”
 
“Aku mengerti, Jadi
seperti itu. Baiklah, sekarang aku akan
menampilkan kemampuanmu ~”
 
“Baiklah! Cepat!”
 
Setelah berbincang dengan Peri, Taiyo mengepalkan
tangan dan melakukan pose kemenangan, dia sangat senang melihat perubahan apa
yang akan dia lakukan. Bagi Taiyo, orang yang menyukai menaikkan level melalui kerja keras
dalam permainan, saat dimana dia akan menerima ganjarannya adalah fase
permainannya yang paling dicintai.
 
Karena itu, dia benar-benar lupa keadaannya
saat ini. Dia melakukan
sesuatu yang biasanya tidak dia lakukan dalam keadaan biasa.
 
“Kamu, apa yang kamu lakukan?”
 
“…… .Ehh?”
 
Dia benar-benar dianggap oleh polisi bahwa dia adalah seorang pelaku
kejahatan yang dituduh melakukan pembunuhan, garis penglihatannya teralihkan dari Peri dan saat ini Dia memberikan laporan ke arah polisi
tersebut.
 
“Hah? Bukankah ini terlalu banyak peningkatan?! “
 
“Ohhh, Bahkan ada banyak
anjing penjaga”
 
Setidaknya ada 5 polisi yang
berdiri di sana, dan mereka terus mendekatinya dengan hati-hati.
 
Bahkan ada polisi yang
memegang pistol di pinggang mereka, itu adalah situasi yang keterlaluan.
 
“Ah haha ​​… ..”
 
Ketika Taiyo mengingat
tindakan yang dia lakukan beberapa saat yang lalu, dia menyadari betapa banyak
masalahnya saat ini. Dia bergantian menatap antara Peri dan Polisi.
 
“Mereka tidak dapat melihat
mu , kan?“
 
“Tentu saja! Satu-satunya yang bisa melihatku hanyalah kamu
Taiyo~ “
 
“Mereka pasti mengira aku
sedang berbicara dengan diriku sendiri seperti orang gila, Aku
harus mengklarifikasinya … ..”
 
Peri itu langsung
menjawabnya, tapi Taiyo hanya bisa memikirkan sesuatu yang berada di dalam pikirannya.
 
“Cepat dan angkat tanganmu,
cepat!”
 
“Aku mengerti, tolong jangan arahkan senjatamu kepadaku!”
 
Sambil menyerah kepada polisi
dan diseret pergi …….. Taiyo mulai mengingat kembali pertemuannya dengan Peri.
BEFORE CHAPTER   I
MAIN  I   NEXT CHAPTER


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


 

 

Halo semuanya, OTAKU-AKUT di sini! Saya harap semua orang baik-baik saja dan menikmati novelnya. Di sini, di OTAKU-AKUT, satu hal yang sudah kami perjelas sejak hari pertama adalah: Bahwa kami tidak akan pernah memaksa orang membayar untuk membaca terjemahan kami. Penerjemahan itu menyenangkan, kami menikmatinya, dan kami menyukai novel yang sedang kami kerjakan. Namun, itu juga memakan waktu dan usaha. Antara manajemen situs, pemeliharaan dan hosting di satu sisi, dan tingkat CMP rendah dan pemblokir iklan di sisi lain, pendapatan iklan kami tidak signifikan. Jika Anda memiliki pemikiran, silakan komentar di bawah ini; dan ingat: Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Terima kasih banyak!

 

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×
error: jangan copas donk!!
Copied!