Isekai ni Tensei Prolog: Kelahiran


 

Prolog: Kelahiran
——————————————————-
Alih
bahasa: void safirma
 
 
 
Aku
hanyut dalam ketenangan, tempat yang hangat dengan cahaya putih terang.
Aku
hampir bisa merasakan otak ku meleleh karena semua ketentraman dan ketenangan
ini, tidak lama kemudian, aku ingat sesuatu.
 
 
“Oh, benar …Aku…mengalami
kecelakaan”
 
Aku
akhirnya bisa mengambil cuti dari pekerjaanku setelah sekian lama. Ketika aku
bilang sekian lama, yang ku maksud itu benar-benar lama, kurang lebih dari 8
bulan yang lalu. Aku mengancam atasan ku hingga dia menangis, aku bilang aku
akan bunuh diri dan menghantuinya di samping tempat tidurnya setiap malam jika
dia tidak membiarkanku mengambil cuti. Jadi, aku pergi berlibur untuk
menyegarkan pikiranku.
 
Lalu
aku mengalami kecelakaan. Hal terakhir yang hampir tidak bisa aku ingat adallah
bahwa aku mengemudi di sepanjang punggung bukit di kala hujan gerimis sebelum
akhirnya ban mobilku tergelincir dan menabrak pagar pembatas. Besok aku harus
tiba di kota seberang jika aku ingin memanfaatkan dengan benar periode cutiku
ini. Jadi Aku memaksakan diriku menerjang hujan dikala gelapnya malam hari,
agar liburanku ini dapat terencana dengan baik.
 
Aku
tau ini aneh. Aku memang idiot.
Sekarang
pertanyaannya, apa aku ini benar-benar mati, atau aku saat ini sedang mengalami
gejala ‘vegetative state'[[i]]…?
 
 
“Aku bisa bicara…”
 
Aku
bisa mendengar suaraku sendiri menggema seperti cahaya yang tak berujung. Jika
aku bisa bicara, maka apakah itu berarti aku masih hidup? Lalu apa benar aku
sedang mengalami gejala ‘vegetative state’?
 
Nah,
kalau itu memang benar, aku tidak akan bisa berpikir, kan? Aku ingat kalau
ketika kita sedang mengalami gejala ‘vegetative state’, kamu tidak akan bisa
berpikir dan nyaris tidak bisa bernafas, dan semua gelombang otakmu juga datar.
Yah, Aku gak tau sih itu benar atau enggak.
Lalu,
tempat apa ini?
 
Tenang,
diriku. Tenang. Perumpamaan saja bagaimana kalau aku benar-benar mati atau
dalam keadaan ‘vegetative’, Aku tetaplah diriku….Tidak ada yang perlu di
khawat…..
Hm?
Huh?
Hmmmmmm?
 
 
“Siapa…Aku?”
 
—————————————————————————————————-
 
Hey
guys, inilah aku. Sudah lumayan lama sejak terakhir kali aku memikirkan tentang
siapa diriku ini, jadi aku memutuskan untuk berhenti memikirkan ini. Yaah,
emangnya aku bisa berbuat apa?
Aku
masih ingat momen saat aku terlibat kecelakaan dan hal-hal yang ada kaitannya
dengan itu, tapi aku tidak bisa mengingat hal lainnya! Aku tidak bisa mengingat
namaku sendiri, nama keluargaku, atau pun nama kekasihku.
Oh,
tentang hal percintaan…Aku ingat dia berada di dalam PC, tapi tidak mungkin untuk
seseorang dapat masuk ke dalam PC, jadi mungkin kenanganku agak campur aduk. Tapi
aku masih bisa mengingat apapun selama itu tidak ada hubungannya dengan
indentitas seseorang. Ya bisa dibilang, aku masih ingat tentang matematika,
dari contoh yang simpel seperti 1+1=2, sampai tingkat matematika untuk SMA.
 
Aku
agak terkejut karena aku hampir tidak bisa mengingat bahasa Inggris, tapi aku
benar-benar fasih berbahasa Russia. Aku juga ingat dari hal paling umum, sampai
pengetahuan tingkat ahli dalam bidang tertentu. Sepertinya aku seorang
peneliti, atau mungkin sesuatu yang berhubungan dengan itu. Yah, semua itu gak
penting sekarang…
 
Tapi
normalnya, kau pasti akan sedih kalau kau tak bisa ingat namamu sendiri bahkan
keluargamu sendiri. Parah sekali bukan nasibku, tapi anehnya aku benar-benar
tak merasakan seperti itu. Aku bener-bener bersyukur, aku juga gak pernah
merasakan resah atau apa gitu, jadi aku tetap merasa nyaman aja sama hidupku
ini setiap hari.
 
“Sial! Jangan lagi!!”
 
 
Aku
melamun seperti biasanya, kemudian tiba-tiba sekelilingku bergetar. Setelah
beberapa lama berada di tempat ini, aku belajar bahwa tempat ini akan
berguncang pada interval waktu yang acak. Pada awalnya, getarannya begitu lemah
hingga aku hampir gak bisa bilang, ‘apakah itu sedang bergetar atau tidak’,
tapi belakangan ini jadi tambah buruk. Getaran ini akan berhenti setelah
beberapa saat, tapi belakangan ini aku merasa kalau getaran ini menjadi semakin
sering terjadi.
 
“Jangan bilang kalau tempat
ini mulai runtuh?!”
 
Aku
khawatir akan kata-kataku yang langsung ke inti permasalahan seperti itu.
Tidak, Aku gak ingin pergi…Aku tidak ingin meninggalkan tempat yang nyaman
ini! Disaat yang bersamaan, Aku juga merasakan diriku telah menyerah akan semua
ini…Kupikir ini akhir khayatku, rasanya begitu singkat namun begitu lama…
 
“Yah. Untuk idiot sepertiku, istirahat yang mewah seperti ini lebih dari cukup…”
 
Setelah aku mengatakan itu, cahaya terang menjadi lebih cerah, aku tenggelam dalam cahaya yang sangat terang dan aku gak bisa menahan agar mataku tetap terbuka.
 
Kupikir…inilah akhirnya… Kemudian mataku terbuka.
 
 
“Selamat! Dia bayi laki-laki yang sehat!”
 
 
Kisah ini baru saja dimulai!!
 
 
 

 

[i] 1 ↑ Adalah kelainan kesadaran di
mana pasien dengan kerusakan otak serius berada dalam kondisi sadar secara
parsial namun tidak menunjukan persepsi dan reaksi kognitif terhadap rangsangan
yang ada di sekitarnya. Selengkapnya silahkan ke sini https://en.wikipedia.org/wiki/Persistent_vegetative_state

 


 

 

Halo semuanya, OTAKU-AKUT di sini! Saya harap semua orang baik-baik saja dan menikmati novelnya. Di sini, di OTAKU-AKUT, satu hal yang sudah kami perjelas sejak hari pertama adalah: Bahwa kami tidak akan pernah memaksa orang membayar untuk membaca terjemahan kami. Penerjemahan itu menyenangkan, kami menikmatinya, dan kami menyukai novel yang sedang kami kerjakan. Namun, itu juga memakan waktu dan usaha. Antara manajemen situs, pemeliharaan dan hosting di satu sisi, dan tingkat CMP rendah dan pemblokir iklan di sisi lain, pendapatan iklan kami tidak signifikan. Jika Anda memiliki pemikiran, silakan komentar di bawah ini; dan ingat: Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Terima kasih banyak!

 

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×
error: jangan copas donk!!
Copied!