To Be a Power in the Shadows! Chapter 2: Bandit Pada Dasarnya Hanyalah Bonus Stage Berjalan




(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Chapter 2: Bandit Pada Dasarnya Hanyalah
Bonus Stage Berjalan
Alih bahasa: void
Proofreader:
add-san
Sepertinya 10 tahun sudah berlalu.
Sihir sungguh luar biasa. Aku dengan mudah membuat
pergerakan melampaui batasan manusia.

Menghancurkan batu? itu mudah.
Berlari dengan kecepatan dua kali dari kuda? bagai membalik
telapak tangan.
Melompat lebih tinggi dari perumahan? Tentu saja bisa.
Tapi aku takut karena ‘taepodong’ masih melebihi
batasanku. Sihir mungkin dapat meningkatkan ketahanan fisik ku, tetapi
‘taepodong’ adalah senjata dari Bumi.
Pemikiran
bahwa “Tidak ada ‘taepodong’ di dunia ini, membuat hal itu tidak perlu di
permasalahkan?” sempat terlintas dipikiranku, tapi apa artinya jika ‘kekuatan
di balik layar’ mendapat tempat dengan negosiasi?.
Tidak, tentu saja Tidak.
Dengan demikian, aku terus berjuang untuk
mendapatkan tubuh yang dapat menang melawan ‘taepodong’.
Demi tujuan itu, aku harus menghabiskan
hari-hariku dalam penelitian dan latihan. Belakangan ini, sebuah kemungkinan
muncul ke dalam pikiranku, dan saat ini aku sedang bereksperimen dengan hal
itu.
Oh dan ngomong-ngomong, keluarga tempatku
dilahirkan sepertinya adalah keluarga bangsawan. Berasal dari keturunan yang
terus menghasilkan kesatria yang bertarung menggunakan sihir untuk memperkuat
dirinya – yang biasa disebut dengan ‘Magic
Swordmen’
. Dan
aku dijadikan sebagai pewaris keluarga yang sangat diharapkan dan dihormati… namun
bukan itu yang terjadi.
Hah, mereka hanya memperlakukanku seperti ‘apprentice swordman’.
‘Kekuatan di balik layar’ hanya menunjukan kekuatan
sebenarnya pada orang dan tempat tertentu. Sampai saat itu tiba…
Walaupun aku menahan diri, latihan sebagai
‘apprentice swordman’ cukup berguna untuk ku. Aku dapat mengetahui bagaimana
pertarungan menggunakan sihir di dunia ini, dan ini juga merupakan kesempatan
untuk mengulas kembali gaya bertarung ku.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jujur saja, teknik bertarung yang telah ku
pelajari di kehidupan sebelumnya beberapa kali lipat lebih terlatih dan logis.
Hal ini dapat dilihat dengan mudah, cukup dengan
menonton pertandingan seni beladiri modern. Teknik dan gerakan yang tidak perlu
telah dihilangkan, dan sekolah yang berbeda saling mengadopsi teknik terbaik
sekolah itu. Hal itulah yang membawa semua sekolah ke jalur yang lebih
sempurna.
Tentu saja, seni beladiri modern memiliki batasan
yang disebut ‘peraturan’, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa berbagai macam
teknik itu dipoles untuk saling beradu dan menjalani proses seleksi.
Tetapi jika dibandingkan dengan dunia ini.
Pertama-tama, tidak ada peluang sebuah negara saling mengadopsi teknik. Tidak
ada juga teknik yang dapat diadopsi dari sekolah lain. Karena sepertinya teknik
yang dipelajari oleh muridnya tidak boleh diperlihatkan selain dalam lingkungan
sekolah. Bahkan jika sebuah teknik diperlihatkan, tidak ada media yang menyebarkannya.
Jadi, jika disederhanakan dalam dua kata, “tida terlatih” adalah kata yang
tepat.
Tetapi pertarungan di dunia ini jelas berbeda dari
pertarungan di duniaku sebelumnya. Tentu saja, penyebabnya adalah sihir.
Karena sihir, status fisik orang-orang di dunia
ini berada pada tingkat yang sangat berbeda.
Sebagai contoh, kekuatan fisik. Seseorang dapat
dengan mudah mengangkat orang lain dengan hanya menggunakan satu tangan. Karena
hal itu semua teknik bergulat menjadi hal yang usang. Bahkan ketika aku
mengunci seseorang dengan cara mendudukinya, dia dapat melompat ke udara hanya
dengan merenggangkan otot perutnya. Walaupun aku dalam posisi bertahan, mereka
dapat dengan mudah membuatku terbang hanya dengan menggunakan kakinya. Jadi
yah… teknik bergulat, lupakan saja.
Manusia
bertarung
menggunakan cara manusia bertarung, dan goblin bertarung dengan cara goblin.
Hanya itu saja.
Terlebih lagi, kecepatan dan jarak dari setiap
langkah itu berbeda, jadi ‘maai’ dianggap berbeda. Dan sebenarnya, ini hal yang
paling penting.  (Void note: ‘Maai’ = Jarak Bertarung, maksudnya adalah tidak hanya jarak
musuh yang dipertimbangkan, tapi waktu yang ditempuh untuk mencapai musuh,
sudut dan ritme serangan. Terlebih posisi dimana musuh dapat menyerang)
Inti Seni beladiri adalah, ‘Maai’. Jarak, sudut,
posisi, itu semua adalah hal yang penting dalam pertarungan.
Hal itu membuatku menghabiskan waktu yang cukup
lama untuk menentukan ‘Maai’ ku di dunia ini. Maksudku, ‘Maai’ di dunia ini
jaraknya cukup luas. Mereka mulai bertarung dengan jarak 5m. Dan tentu saja,
setiap langkah mereka cukup jauh dan cepat, jadi bukannya tidak mengerti. Saat
pertama melihatnya, aku kagum dengan hal itu “Ohh, jadi ini gaya bertarung di
dunia ini”… tapi hah, ternyata itu semua karena teknik bertahan mereka yang
masih belum berkembang.
Aku sering melihat seseorang seperti itu di dunia
ini – seseorang
yang buruk dalam bertahan jadi mereka hanya membuat jarak dari musuhnya sejauh
mungkin.
Apa serangan musuh mengerikan? apa berada di
tempat di mana seranganya tidak sampai kau akan aman? Karena itulah pertarungan
ini menjadi pertarungan lunak yang berulang dimana musuh berlari untuk
menyerang sebelum berlari untuk kembali. ‘hit and run’? maaf, pergerakan maju
mundur yang simpel dan tak berguna itu tidak terhitung sebagai ‘hit and run’.
Bagiku, 5m dan 100m sama-sama tidak berarti. Karena, serangan
yang sesungguhnya
tidak dapat di keluarkan dari jarak itu. 6m, 7m, 10m, juga sama. Hal itu tidak
ada artinya, jadi lebih baik mendekat dan menghampirinya, iya kan?
Tapi, pada jarak tertentu, hal itu menjadi penting
yaitu ketika berjarak sekitar 1m, karena itu adalah ‘maai’. Apakah seranganku
akan mengenai musuh, ataukah musuhku dapat bereaksi tepat waktu,
mempertimbangkan sudut dan berbagai hal lainnya, mendapatkan atau menghilangkan
kesempatan hanya karena berpindah setengah langkah ke samping atau hanya karena
miring beberapa derajat. Tidak seperti hanya berlari untuk menyerang dari jarak
5m sebelum melompat mundur sejauh 6m.
Semua prasangka tentang dunia lain dan sihir, itu
semua membuatku bingung untuk beberapa saat, tapi belakangan ini aku akhirnya
dapat menentukan ‘maai’ ku, jadi semuanya baik-baik saja, kurasa.
Jadi yah, seperti itulah latihanku sehari-hari
dirumah. Hanya ada aku, kakak perempuanku dan ayah – yang melatihku dan kakak .
Kakakku dan aku akan melakukan latih tanding. Kakak ku berusia 2 tahun lebih
tua, dan sepertinya memiliki cukup bakat, dan mungkin dapat menjadi pewaris
dari keluarga. Di dunia ini, dimana sihir dapat digunakan, wanita pun dapat
menjadi sangat kuat, jadi wanita sebagai kepala keluarga bukanlah hal yang
asing.
Dan karena hal itu, aku dipukuli oleh kakak ku
hampir setiap hari. Maksudku, aku tidak dapat menang, kan? Karena, untuk
menjadi ‘kekuatan di balik layar’, aku harus bersikap seperti karakter figuran
A.
++++++++
Jadi, seperti itulah keseharianku. Di siang hari,
aku juga mempelajari hal yang di perlukan bangsawan, dan juga berbagai tugas
lainnya yang ku perlukan untuk berperan sebagai karakter figuran A, jadi aku
tidak mempunyai banyak waktu luang.
Karena itulah, latihan khusus ku yang kulakukan berakhir pada malam
hari, setelah semuanya tertidur. Itu juga berarti mengurangi waktu tidurku,
tapi dengan menggabungkan efek dari meditasi dan kekuatan pemulihan dari sihir,
aku berhasil mengembangkan metode tidur yang unik yang sangat singkat tetapi sangat
efektif.
Baiklah, ayo berlatih dengan serius hari ini juga.
Untuk hari ini aku memiliki menu spesial setelah latihan lari di hutan seperti
biasa.
Akhir-akhir ini, sepertinya ada beberapa
berandalan yang menempati sebuah desa terlantar di sekitar sini. Setelah ku
selidiki, ternyata mereka adalah kelompok bandit yang cukup besar. Yup, mereka
sepertinya target yang sempurna untuk ‘tameshikiri’. (Void note: tamesihikiri = mitos tentang pendekar pedang pada
periode Edo dimana ia akan mengetes pedang barunya dengan menyayat orang di
jalanan secara acak)
Aku memang membunuh perampok yang secara acak
kutemui, tapi hal seperti tingkatan dari sebuah kelompok bandit kelas kakap
adalah kesempatan sekali setahun untuk ku, jadi aku cukup gembira. Sepanjang
tahun aku kekurangan rekan latihan yang sepadan, jadi aku menyukai adanya para
penjahat itu. Aah, apakah bisa peraturan umum dihilangkan?
Di daerah pedesaan di dunia ini, para penjahat
umumnya akan langsung dibunuh tanpa melewati pengadilan. Dan sepertinya, hanya
di kota-kota besar saja yang memiliki hakim, jadi masyarakat pedesaan tidak
terlalu memikirkan tentang hal ini. Oleh karena itu, akulah yang akan
menghakimi kalian semua, kekeke.
Hari ini adalah untuk memperingati senjata yang
baru ku coba – yaitu ‘slime bodysuit’.
Baiklah, akan kujelaskan apa itu ‘slime bodysuit’.
Dunia ini memiliki sihir. Penduduk di dunia ini
bertarung menggunakan sihir itu untuk memperkuat diri dan senjata mereka
masing-masing. Namun, selalu ada kerugian ketika menggunakan sihir. Contohnya,
sebuah pedang besi hanya akan memberikan efisiensi 10% ketika menuangkan 100
poin dari sihir ke dalamnya, dan efek yang didapatkan hanya meningkat 10 poin.
Yang berarti 90% dari sihir tadi hilang dalam proses. Bahkan untuk mitril, yang
dipuji karena tingkat konduktivitasnya yang tinggi, hanya dapat memberikan
efisiensi 50% sudah dikatakan sebagai ‘high grade item’. Jadi singkatnya,
selalu ada jumlah kerugian yang besar.
Lalu aku mulai mempertimbangkan slime. Slime,
seperti yang dapat dilihat, adalah makhluk sihir. Mereka dapat berubah bentuk
dan bergerak hanya dengan menggunakan sihir. Ketika aku mempelajarinya lebih
jauh, aku menyadari bahwa konduktivitas sihir dari slime benar-benar luar biasa
yaitu 99%. Terlebih lagi, ketika dalam bentuk cair, mereka dapat mengubah
bentuknya dengan bebas. Jadi aku berburu slime, mengancurkan ‘core’nya dan
bereksperimen menggunakan sisa jelly dari slime itu. Jumlah dari ‘core’ slime
yang sudah kuhancurkan sudah mencapai ribuan. Hal itu bahkan sudah mencapai tingkat
dimana area sekitar mulai menderita karena kekurangan slime, yang akhirnya
membuatku harus mencari tempat yang lebih jauh.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jelly dari slime ini sangat mudah untuk diproses.
Setelah menguatkan dan memadatkannya, aku bahkan bisa membuat ‘bodysuit’ dari seluruh tubuh. Tidak seperti
baju besi, ‘bodysuit’ (Bodysuit = Pakaian yang benar-benar pas dibadan, seperti
pakaian GANTZ) tidak menimbulkan suara, nyaman dipakai, dan dapat
membantu semua pergerakan yang kulakukan. Dan tentu saja, kemampuan bertahannya
juga terjamin.
Saat ini aku menggunakan ‘bodysuit’ berwarna hitam polos yang terbuat dari jelly slime yang
dicampurkan dengan zat pewarna hitam. Tanpa hiasan, setelan yang sangat pas di
badanku, dan tidak mengganggu penglihatan dan pernafasan ku. Aku terlihat
seperti penjahat dalam suatu serial manga detektif.
Sepertinya aku perlu memikirkan desain yang lebih
pantas sebagai persiapan hari dimana aku akan menjadi dalang dari balik layar.
+++++
Sambil memikirkan hal itu, aku telah sampai di
desa terlantar. Walaupun sudah larut malam, mereka masih menyalakan obor
disekitar tempat itu. Sepertinya mereka baru saja berhasil merampok sebuah
karavan pedagang, jadi mereka sedang berpesta. Yup, aku sangat beruntung.
Bandit biasanya tidak memiliki rencana, jadi mereka biasanya menghabiskan apa
saja yang mereka dapatkan. Mereka baru saja berhasil merampok, tentu saja
mereka mendapat
banyak barang berharga.
Apa yang dimiliki oleh bandit, adalah milik ku.
Ini adalah cara bagaimana aku mengumpulkan modal untuk menjadi ‘kekuatan di
balik layar’ di masa depan.
Dengan penuh semangat, aku menerobos ke pesta itu.
Aku tidak perlu bersembunyi, karena hal itu tidak dapat dihitung sebagai
latihan.
“Hyaha~!
Keluarkan semua uang dan barang berhargamu!!”
Aku meneriakan itu sambil berdiri di tepat
tengah-tengah mereka.
“Apa-apaan
bocah ini?”
Aku berumur 10 tahun, jadi jika dikatai ‘bocah’
tidak sepenuhnya salah.
“Oraa,
aku bilang keluarkan semua uangmu!”
Setelah menendang pria yang memanggilku bocah,
bandit lainnya mulai mengeluarkan senjata mereka.
“Oi,
jika kau terlalu menganggap remeh kami, jangan harap kami akan mengampunimu
hanya karena kau bo…!”
“Oraa!”
Karena perkataannya yang terlalu klise, aku jadi
tidak dapat menahan untuk memotong kepalanya. Tentu saja, senjataku terbuat
dari material slime; dan merupakan senjata luar biasa, jadi hanya akan ku
gunakan pada saat yang dibutuhkan.
Terlebih lagi, pedang slime ini masih memiliki
beberapa fungsi praktis.
Fungsi Praktis 1: Bisa memanjang.
“Ora
ora ora ora oraaaAAA!”
Aku memanjangkan pedang slime dan mengayunkannya
secara mendatar untuk menghabisi semua bandit yang berada disekitarku.
Dengan elastisitas seperti mochi dan dipasangkan
dengan ketajaman sebuah pedang. Ini adalah pertama kalinya aku menggunakannya
dalam pertarungan yang sebenarnya jadi aku sedikit khawatir, tapi ternyata
hasilnya cukup bagus.
“ORA
ORA ORA ORAAA… hmm?”
Saat terlena dan menebas semuanya tanpa ragu, aku
tersadar karena disekitarku sudah menjadi sangat sunyi. Eh, hanya tersisa satu
orang saja?
“K-,
kau, kau sebenarnya siapa…?”
“Huh,
sepertinya tak ada pilihan lain. Aku akan mencoba Fungsi Praktis ke 2 padamu.”
“Ap-,
apa yang kau katakan…?”
“Sepertinya
kau sedikit lebih kuat dari yang lainnya, jadi mungkin kau adalah boss atau sejenisnya,
kan? Sayangnya, kau tidak memiliki peluang untuk menang melawanku, tapi jika
kau menjadi rekan latihanku kau mungkin dapat hidup 2 menit lebih lama. Jadi,
berjuanglah sebaik mungkin, oke?”
“Persetan
dengan mu, yang menganggapku remeh! Aku akan memperlihatkanmu, aku…!”
“Haah,
kalimat yang tidak penting tidak diperlukan!”
“SIALAN
KAUU!!!!!”
Boss A menyerangku dalam kemarahannya. Dihadapan
tebasan yang membosankan itu, aku… memilih untuk tidak menghindar.
Lalu pedang Boss A mengenai dadaku, dan karena
benturannya membuatku terlempar dan berguling di tanah.
“Haha,
inilah yang akan terjadi jika kau menganggap remeh diriku! Aku sudah menguasai
‘Royal Capital Bushin Style’… ap-, APA?”
“Hmm,
bahkan tidak tergores”.
Aku berdiri seperti tidak ada yang terjadi.
Aku benar-benar puas dengan kemampuan bertahan
pakaian ini. Sepertinya pakaian ini dapat menghilangkan dampak dari serangan
setidaknya setingkat dengan serangan Boss A.
“Ooo,
‘Royal Capital Bushin Style’? bukannya itu sekolah yang sedang populer di ibu
kota kerajaan saat ini? Hey, perlihatkan lebih banyak padaku!”
“Sial,
kau yang memintanya!”


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Boss A menyerang.
Er, um, yah, mudah. Dia telah mengeluarkan seluruh
kemampuannya untuk menyerangku, tapi aku bahkan tidak perlu menggunakan
pedangku. Hanya dengan mengatur posisi dengan melangkah saja, aku dapat dengan
sangat mudah menanganinya.
Jadi ini adalah ‘Bushin Style? Sepertinya aku
cukup menyukainya.
Tidak seperti hal yang biasa di dunia ini, aku
dapat melihat gaya bertarung ini tidak terikat oleh idealisme atau tradisi,
tapi menggunakan cara yang rasional untuk mendekati musuh. Aku dapat
mengetahuinya bahkan dari ayunan pedang Boss A yang sangat buruk. Percepatan
seketika, maju setengah langkah, dan berbagai metode untuk menghadapi musuh sangat
cocok denganku.
Tapi, Boss A benar-benar buruk.
Ketika serangan Boss A berhenti, aku dapat dengan
mudah keluar dari ‘maai’nya.
“Pe-,
Pedangku… kenapa kau tidak terluka sedikit pun!”
“Kau
lebih lemah dari ayahku, dan kau mungkin saja lebih kuat dari kakak ku saat
ini, tapi ku pikir dia mungkin akan melampauimu dalam setahun?”
“DASAR
BOCAH SIALAAAAANN!!!”
Setelah menangkis serangan Boss A, aku menendang
tulang keringnya dengan pelan. Pelan, tapi tajam, itu adalah tendangan di bawah
lutut.
Yang…
“Gu,
aa, apa yang terjadi…?”
Boss A jatuh dan berlutut, memegang tulang
keringnya. Darah mengalir melalui jarinya dan membekas ke tanah.
Apa yang terjadi sangatlah mudah; ada pedang
keluar dari sepatuku. ‘Slime Bodysuit’
Fungsi Praktis 2: dapat mengeluarkan pedang dimanapun dan kapanpun ku inginkan.
Cara yang aku pikirkan untuk menggunakan fungsi
ini adalah untuk menendang kaki musuh menggunakan pedang yang keluar dari
kakiku. Akan sangat sulit untuk bertahan melawan serangan yang menargetkan
kaki. Menahan pedang musuh menggunakan pedangku, membatasi pergerakannya, dan
menendang kakinya.
Biasa saja, tapi sangat efektif.
“Sepertinya
sudah saatnya mengakhiri semua ini.”
“Tu-,
tunggu!”
“Haah,
Kau bahkan tak bertahan sampai 2 menit.”
Aku menendang ke atas dengan pedang yang keluar
dari sepatuku, yang menusuk kepala Boss A dari bawah dagunya. Kematian melalui
penyulaan.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menendang tubuh Boss A yang masih bergerak, aku
menuju ke perkemahan untuk menjarah.

“Aku
tidak tahu penadah yang bisa menangani karya seni ini… eh, aku tidak memerlukan
makanan juga… ayo lah, dimana kau, uang, berlian, dan logam mulia~”
Ada beberapa gerobak yang dapat dijarah, dan juga
mayat dari para pedagang.
“Aku
sudah membalaskan dendam kalian, dan barang milikmu akan digunakan untuk hal yang
baik, jadi beristirahatlah dengan tenang, oke?”
Aku mengumpulkan hasil jarahan dengan kualias lumayan dan diam sebentar.
Jika semuanya di konversi kedalam uang tunai, aku taksir harganya sekitar 5
juga Zeny. Oh, 1 Zeny harganya mungkin sekitar 1 Yen. Semua ini akan menjadi
sumber pendanaan aktifitas ‘kekuatan di balik layar’.
Jika saja seluruh di seluruh dunia memiliki
ketertiban umum yang buruk pasti akan ada banyak bandit. Mungkin akan seperti
dalam game, dimana kita akan menemukan mereka hanya dengan berjalan beberapa
langkah dijalan.
“Berusahalah
lebih giat agar menjadi Raja Bandit di kehidupan selanjutnya, oke?”
Itulah yang ku katakan pada Boss A yang sudah tak
bergerak… sebelum menyadari ada sesuatu di sana.
“Kerangkeng…?”
Dengan ukurang yang cukup besar dan juga terlihat
kuat.
“Budak?
Aku tidak dapat menjualnya, jadi pass~”
Tetapi mungkin, mungkin saja, ada hal bagus
didalamnya. Jadi hanya untuk memastikan, aku membuka terpal yang membungkus
kerangkeng itu.
“Ini…
Aku tidak menyangka.”
Di dalamnya adalah, um, bagaimana mengatakannya…
sebuah tumpukan daging yang membusuk? Aku hanya bisa mengetahui tumpukan daging
itu berbentuk seperti manusia, tapi aku tidak tahu jenis kelamin, umur, dan hal
lainnya.
Tapi, itu masih hidup. Bahkan mungkin masih
memiliki kesadaran. Ketika aku mengintip ke dalam kerangkeng itu, aku melihat
tumpukan daging itu bergerak.
Aku pernah mendengar hal ini sebelumnya. Hal ini
disebut ‘Demon Possession’, dan
gereja mengeksekusi mereka. Pada mulanya mereka lahir seperti manusia pada
umumnya, namun suatu saat tubuh mereka mulai membusuk, dan pada akhirnya mereka
Akan mati jika dibiarkan, tetapi gereja secara aktif membeli mereka dan
mengeksekusinya dengan sebutan ‘penyucian’.
Penyucian terhadap ‘Demons’ ini sama
halnya dengan membunuh secara masal para pasien, tetapi gereja malah mendapat
pujian dari masyarakan karena melindungi masyarakat dari ‘demons’. Hal yang dapat ku katakan hanyalah, ini benar-benar
seperti Eropa pada abad pertengahan.
Jika aku menjual tumpukan daging ini kepada
gereja, aku mungkin Akan mendapatkan harga yang lebih tinggi dari semua hasil
jarahanku hari ini. Tapi, aku tidak bisa menjualnya, jadi tidak ada artinya.
Sepertinya aku harus membuatnya beristirahat
dengan tenang.
Aku menyelipkan pedang slime diantara jeruji besi
kerangkeng… dan menyadari sesuatu.
Terdapat jumlah sihir yang sangat besar di dalam
tumpukan daging ini. Walauppun aku selalu melatih sihirku sejak masih bayi,
jumlah yang ku miliki masih sedikit jika dibandingkan. Benar-benar jumlah sihir
yang sangat besar, dan lagi…
“Gelombang
ini… bukannya ini penyimpangan sihir…?”
Apa mungkin penyebab tumpukan daging ini menjadi
seperti ini karena penyimpangan sihir? Sebelumnya, aku pernah menderita karena penyimpanan sihir (berlebih).
Jika aku tidak berhasil mengontrol sihirku saat itu, apa mungkin aku menjadi
seperti ini?
Sihir memiliki efek yang tak terbantahkan pada
tubuh fisik. Suatu ketika, aku memikirkan suatu kemungkinan. Apakah mungkin
melampaui penyimpangan sihir, aku dapat melatih tubuhku agar menjadi lebih
terbiasa pada sihir, seperti menjadi lebih mudah mengendalikan sihir? Tapi
menyebabkan penyimpangan sihir dengan sengaja terlalu berbahaya, dan pada
akhirnya aku menyimpan ide itu.
Tetapi jika tumpukan daging ini benar-benar hasil
dari penyimpangan sihir, dan jika aku dapat melakukan percobaan pada tumpukan
daging ini… tentunya aku Akan menjadi lebih dekat pada ‘kekuatan di balik
layar’ tanpa resiko pada diriku sendiri.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Daging
ini, sepertinya bisa berguna…”
Aku meraih tumpukan daging itu, dan mulai
menuangkan sihirku kedalamnya.


 

 

Halo semuanya, OTAKU-AKUT di sini! Saya harap semua orang baik-baik saja dan menikmati novelnya. Di sini, di OTAKU-AKUT, satu hal yang sudah kami perjelas sejak hari pertama adalah: Bahwa kami tidak akan pernah memaksa orang membayar untuk membaca terjemahan kami. Penerjemahan itu menyenangkan, kami menikmatinya, dan kami menyukai novel yang sedang kami kerjakan. Namun, itu juga memakan waktu dan usaha. Antara manajemen situs, pemeliharaan dan hosting di satu sisi, dan tingkat CMP rendah dan pemblokir iklan di sisi lain, pendapatan iklan kami tidak signifikan. Jika Anda memiliki pemikiran, silakan komentar di bawah ini; dan ingat: Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk mendukung kami, kami sangat berterima kasih. Terima kasih banyak!

 

Please wait...

Subscribe to our newsletter

Want to be notified when our article is published? Enter your email address and name below to be the first to know.
×
error: jangan copas donk!!
Copied!